Rabu, 12 Februari 2020

PasGeBer (Pasukan Gerakan Bersih)




Dalam upaya mendukung terciptanya pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab, Yayasan Generasi Semangat Selalu Ikhlas (GSSI) turut berperan dalam memberikan pendidikan lingkungan bagi anak-anak.  Hal ini sesuai dengan visi GSSI yaitu Masyarakat yang bahagia dengan lingkungan dan saling berinteraksi  dengan misi GSSI Mendorong terciptanya lingkungan yang  bersih dan sehat, Melibatkan pemuda sebagai agen pembangunan dan Menumbuhkan budaya literasi


GSSI (Generasi Semangat Selalu Ikhlas) adalah institusi mandiri yang dibentuk17 Mei 2010 dan telah berbadan hukum dalam bentuk Yayasan dengan tujuanmeningkatkan standar kualitas sumber daya manusia dalam menghadapitantangan dalam masyarakat. Berkenaan dengan tujuan ini, GSSI bergeraksecara khusus dalam bidang pendidikan, sosial dan lingkungan hidup.



GSSI  berupaya menyusun modul pendidikan pengelolaan sampah yang dikemas dalam bentuk modul  PasGeBer (Pasukan Gerakan Bersih). Hal ini kami rasa sejalan dengan Program Kang Pisman (Kurangi Pisahkan dan Manfaatkan) yaitu program pengelolaan sampah  yang digalakkan oleh Pemerintah Kota Bandung.    
Berawal dari memperkenalkan semangat #NyaahKaBandung melalui Program #KangPisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan Sampah) pada anak-anak di Kota Bandung, disadari bahwa energi dan rasa ingin tahu dalam diri anak-anak dianggap bisa menjadi salah satu cara untuk menebarkan semangat zero waste yang dimulai dari lingkungan rumah dan sekolah.
Dengan memahami akan pentingnya pengelolaan sampah dan bagaimana caranya, anak-anak tentu dapat menyampaikan pemahaman ini secara berkelanjutan pada keluarganya kelak, sehingga kondisi pengelolaan sampah yang lebih baik tentu tidak hanya menjadi angan-angan atau mimpi belaka.  

Untuk mewujudkan hal tersebut, Modul PasGeber (Pasukan Gerakan Bersih) hadir sebagai salah satu media pembelajaran pengelolaan sampah bagi anak-anak. Modul yang dikemas secara menarik ini sangat mudah dipahami dan dipraktikkan baik di rumah bersama dengan orang tua, atau sebagai penunjang pelajaran pendidikan lingkungan bagi guru-guru di sekolah.
Dengan menyadari agar pendidikan pengelolaan sampah ini dapat menjangkau tidak hanya oleh masyarakat di Kota Bandung, maka diperlukan adanya sebuah media pengantar yang dapat dipelajari oleh semua kalangan, baik guru di sekolah, maupun orang tua di rumah. Yayasan GSSI membuat sebuah Modul Pasgeber. Adapun tahapan yang ditempuh dalam pembuatan modul ini yaitu:
1.      Aktivitas Bersama MyBag (Manage Your Garbage) Project (Tahun 2015)
Diawali dengan adanya kegiatan edukasi tentang pengelolaan sampah bagi anak-anak di RW 07 Kelurahan Kebon Pisang, atau yang biasa dikenal dengan Cibunut. Dibuatlah sebuah panduan yang disusun atas kolaborasi dengan SSEAYP International Indonesia (organisasi alumni untuk program Kapal Pemuda Asia Tenggara dan Jepang).

2.      Penyusunan konten modul (2017 – 2018)
Pada tahap ini dilakukan pengkajian dan pengumpulan informasi tentang pengelolaan sampah yang juga mengacu pada Program Kang Pisman. Modul Pasgeber ini terdiri dari 5 bahasan, yaitu:
-          Asal Usul Sampah
-          Kemana Sampah Pergi
-          Mari Kurangi dan Pisahkan Sampah
-          Mari Olah dan Manfaatkan Sampah
-          Menjadi Pasgeber


3.      Uji coba modul (Desember 2018 – Februari 2019)
Uji coba modul dilakukan bersama anak-anak usia 8 – 12 tahun di Kelurahan Kebon Pisang yang berjumlah ± 30 orang. Sesuai dengan banyaknya bahasan, uji coba modul dilaksanakan selama 5 kali dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai pendamping. Masyarakat yang dilibatkan sebagai pendamping diberikan pelatihan terlebih dahulu terkait materi dalam modul, manajemen kelas, serta bagaimana menangani anak (child handling).

4.      Perbaikan modul dan uji coba modul kedua (Februari – April 2019)
Setelah dilakukan uji coba tahap pertama, konten modul dan pelaksanaan modul selanjutnya dievaluasi lalu diperbaiki. Uji coba tahap kedua dilakukan bersama anak-anak usia 8 – 12 tahun di RW 07 Kelurahan Bagusrangin yang berjumlah ± 25 orang.
Uji coba pada tahap kedua ini juga berhasil melibatkan ibu-ibu setempat untuk menjadi pendamping pelaksanaan modul. Ibu-ibu yang terlibat juga mendapat pelatihan yang sama seperti pada pelatihan di Kelurahan Kebon Pisang. Dengan melibatkan ibu atau warga setempat, diharapkan modul ini tidak hanya berlaku bagi anak-anak tapi juga dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh warga.
5.      Uji coba pelatihan modul bagi guru-guru (Maret 2019)
Tidak hanya melakukan uji coba langsung kepada anak-anak, uji coba juga dilakukan dengan memberikan pelatihan modul bagi guru-guru. Pelatihan yang dilaksananakan selama satu hari di Pendopo Walikota ini diikuti oleh ± 70 orang guru. Dalam pelatihan ini, guru-guru diperkenalkan dengan materi dalam modul dan juga diberikan materi tentang manajemen kelas serta penanganan pada anak (child handling).
6.      Buku ini disusun atas hasil kerjasama pihak Yayasan GSSI dan PT Bio Farma (Persero)
7.      Desain dan Ilustrasi
Kami juga membuat ilustrasi sebagai penunjang modul agar tampilan modul menjadi lebih menarik. Maka kami konsultasikan desain tampilan pada beberapa desainer.  Dengan adanya ilustrasi yang menarik dan menyenangkan, diharapkan buku ini dapat mudah dipahami dan dapat diaplikasikan langsung bagi pembacanya.
  
Saya berterima kasih pada semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan buku Pasgeber ini.  Semoga buku Pasgeber ini dapat dimanfaatkan bersama para guru, orang tua, kader PKK, karang taruna, mahasiswa, komunitas  dan pelajar SMA yang akan berperan sebagai para pendamping dalam pelaksanaan nantinya.  Silakan kepoin  Instagram @galerigssi atau facebook Galeri Gssi jika bapak/ibu kakak/adik om dan tante ingin tahu lebih jauh  kegiatan PasGeBer ini.  Kami juga menerima segala masukkan dan saran dari para pembaca dan pelaksana buku ini untuk menjadi perbaikan bagi kami selanjutnya.




Tini Martini Tapran
Ketua Yayasan Generasi Semangat Selalu Ikhlas

Selasa, 01 Oktober 2019

Vlog - #waste4fun Ini Cara Belanja ke Pasar Tanpa Menghasilkan Sampah Pl...



tiba-tiba kangen sosok pemuda ini, jadinya di tonton lagi deh dari awal sampai akhir bagaimana saya di buntutin belanja ke pasar oleh Saepul Hamdi

Sabtu, 21 September 2019

Brand Audit di World Clean Up day ala Trash Hero Kids Chapter Bandung


pasukan  Clean Up 21 September 2019

Sampah selain menimbulkan bau, merusak keindahan dan menimbulkan penyakit yang diakibatkan oleh racun yang terkandung pada sampah itu sendiri. Sampahpun menghabiskan lahan untuk menampungnya dan memboroskan energi dan biaya untuk mengangkut sampah dari TPS ke TPA. Saat kita bicara tentang sampah bukan sekedar bicara tentang kebersihan dan keindahan, tapi kita juga berbicara gaya hidup seseorang. 

Saat ini dampak negatif  yang ditimbulkan dari sampah sudah sangat besar, kita lihat sungai penuh sampah, lautan sudah sangat tercemari plastik dan sudah banyak penyakit degenerative yang timbul akibat racun-racun yang terkandung di dalam plastik, styrofoam dan batre. Penyakit tersebut sangat sulit untuk di obati seperti kanker, penurunan daya tahan tubuh, kerusakan syaraf dan cacat pada janin. Racun-racun tersebut masuk ke dalam tubuh melalui berbagai cara diantaranya lewat udara, makanan dan interaksi langsung.

Kita semua adalah penghasil sampah, namun tentu saja  sebagai anggota masyarakat yang bertanggung jawab  kita tentunya   punya peran strategis dalam memetakan peran kita sebagai warga Bandung untuk mulai mengatasi persoalan sampah dan melihat solusi-solusinya.  Hal pertama kita perlu lakukan adalah membangun kesadaran masyarakat untuk ikut serta melakukan perubahan budaya cara membuang sampah secara berwawasan lingkungan sesuai UU no 18 tahun 2008.

Pasal 12 UU no 18 tahun 2008 menyatakan bahwa kita wajib mengurangi dan mengelola sampah secara berwawasan lingkungan. 
World clean up day adalah hari bersih-bersih sedunia yang saya kira bisa kita gunakan moment nya untuk menggerakkan masyarakat lebih peduli lingkungan yang  bersifat masif.  Dari gerakan yang fun bisa naik menjadi gerakan yang benar-benar bisa merubah kesadaran.  Hal ini kami bisa kami buktikan dengan kegiatan mingguan kolaborasi kami (GSSI) dan KSM/Bank Sampah  Oh Darling di RW 07 Cibunut kelurahan Kebon pisang.  Kami berkolaborasi bersama melebur diri menjadi Trash Hero Chapter Bandung yang rutin melakukan clean up setiap Sabtu pukul 15.30-17.30.

21 September 2019 ini kami ikut dalam gerakan  World Clean Up Day.  Selain clean up kami lakukan brand audit.  Kami  tertantang untuk mengkolaborasikan kegiatan ini dengan gerakan penyelidikan merek (brand audit) yang diinisiasi oleh #breakfreefromplastic. Hal ini dipilih karena kami  merasa untuk mencapai konsep Kawasan Bebas Sampah (KBS) dan terwujudnya prinsip Zero Waste tidak hanya dilakukan dengan melakukan kegiatan pembersihan dalam satu waktu saja, tetapi perlu adanya sebuh program berkelanjutan untuk mewujudkan adanya pengelolaan sampah yang terintegrasi. Dan salah satu langkah awal untuk dapat menentukan program berkelanjutan yang akan dilakukan adalah brand audit di lokasi yang sudah ditentukan. Dengan melakukan brand audit, maka kami bisa mengetahui pola konsumsi masyarakat dan bisa meminta pihak produsen bertanggung jawab atas sampah kemasan yang di hasilkannya. Kegunaan data audit merek ini untuk membuat perusahaan menjadi bertanggung jawab, inovasi dalam kemasan produk dan pengelolaan sampah.
sebelum clean up berpoto bersama karung kosong
Kami sepakat kumpul jam 09.00 di plaza oh darling dan langsung clean up bersama Trash Hero Kids.  Kami keliling ke RW 09,RW 11 dan RW 06 sekaligus mampir ke keluraha Kebon pisang.  Setelah itu kami melakukan brand audit.  Sebelum nya tentu saja kami beri penjelasan apa itu brand audit dan bagaimana cara melakukannya pada anak-anak lengkap dengan print out dari Trash Hero Indonesia.

Alhamdulillah semua bisa kami lakukan dengan bantuan anak-anak Trash Hero, good job kids.  Data berhasil kami kumpulkan dan segera kami laporkan.  Semoga yang kami lakukan bisa membuat perubahan nyata untuk kebaikan kota kami tercinta dan jika memungkinkan bisa menginspirasi dunia untuk melakukan hal yang sama.  Kami tidak ingin terjebak pada gerakan sesaat tetapi insyaa Allah kami konsisten untuk selalu clean up mingguan.


Hal yang kami persiapkan untuk brand audit kali ini adalah:
1.    Buat rencana pewadahan atau penyimpanan sampah yaitu karung
2.    Pastikan kesiapan alat
·         Sarung tangan
·         Wadah pengumpul
·         Form audit merk
·         Pensil atau pulpen
3.    Cara melakukan brand audit.
·         Kumpulkan semua sampah, lalu pisahkan, dan kumpulkan berdasarkan jenis sampah, dan kelompokkan berdasarkan merk.
·         Hitung dan catat di form
4.    Melakukan  perekaman data.
·         Catat nama merk
·         Catat produsennya
·         Jenis bahan dan jenis produk
·         Dan hitung jumlah nya
5.    Bersihkan sampah setelahnya dan olah sesuai dengan kemampuan.  Untuk sampah potensi daur ulang  kami memberikannya ke bank Sampah Oh Darling dan residunya kami titipkan untuk di angkut ke TPS
6.    Ambil foto sampah plastik yang sudah dikumpulkan berdasarkan merk/produsen, kirimkan ke media sosial dengan hastag #breakfreeformplastic
7.    Bersihkan lokasi
8.    Kumpulkan data
Demikian kegiatan yang kami lakukan di world clean up day 21 September 2019.  Semoga langkah kecil ini berdampak besar di kemuadian hari. Aamiin YRA


Tini Martini Tapran
Ketua Trash Hero Bandung