Sabtu, 17 September 2016

Berbagi kebahagiaan di Journey of happiness nya mural Bandung


Senangnya hati ini bisa menjadi bagian yang memberikan sumber kebahagian bagi orang lain lewat #muralbdg yang dilaksaanakan dari selasa 13-15 September di Siliwangi bersama 20 komunitas yang keren-keren dan bergabung dengan ratusan seniman Bandung.  Journey of happiness (perjalanan kebahagiaan) yang ditorehkan di tembok sepanjang 476 meter ini dipersembahkan sebagai kado istimewa untuk kota kita tercinta Bandung yang sebentar lagi berulang tahun ke-206 di 25 September 2016 ini, sekaligus menyambut penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX  yang di gelar di Jawa Barat Perlu diketahui bahwa saya adalah yang paling senior yang terlibat di #muralBdg ini, dan kalau ditanya rasanya bagaimana? Senaaaaaaaaaaaaaaaaang sekali pisan.

Saya pribadi bukan ahli mural bahkan belajar muralpun masih baru, dan ternyata dari proses mural ini banyak sekali pembelajaran yang bisa saya dapat terutama yang didapat anak-anak binaanku.  Mulai dari proses konsep desain, harmonisasi warna, dilanjutkan dengan asistensi desain sampai akhirnya lolos desain itu bukan jalan yang mudah.  Desain yang dibuat  harus mengikuti 3 tema yang diusung, kearifan local Bandung, Bandung futuristic dan alam lestari.  
mulai dari beberesih tembok dibantu oleh pasukan gober kecamatan Coblong

temboknya masih putih bersih dan cibunut finest siap mewarnai dunia

saat menemani cibunut finest asistensi bersama kang Alga dan Kak Andi Yuda


inilah tembok cibunut finest

Di awal  saya ikut berproses bersama  karang taruna RW 07 Kelurahan Kebon Pisang yang menamakan dirinya Cibunut Finest, mereka para pemuda hebat yang punya daya juang tinggi untuk mencapai cita-cita mereka menjadikan kawasannya menjadi kampong kreatif berwawasan lingkungan. Mereka memimpikan kawasan mereka menjadi Cibunut berwarna,  dan mereka memang sudah mulai mewarnai sudut-sudut kampungnya dengan beberapa mural.  Dan hebatnya lagi meskipun desain yang mereka buat perlu direvisi ulang tetapi mereka termasuk komunitas yang lolos sejak awal para kurator melihat desainnya. 
Cibunut Finest adalah  satu-satunya karang taruna dari 1500 RW yang ada di Bandung, satu dari 151 kelurahan dan satu dari 30 kecamatan yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan #muralbdg ini. Mereka sangat kompak terbukti dengan ramainya lapak mereka setiap hari selama 3 hari yang ditentukan.  Di pembukaan mereka duduk tepat di belakang pak  Ridwan Kamil dan ibu Atalia,  Di penutupan mereka pun dengan sabar ikut bagian.  Dan hasil gambar mereka pun tak kalah kerennya dengan gambar yang lain. I’m very proud of you guys.
pengarahan dari cak Andi

Dalam proses eksekusi mural saya tidak membantu cibunut finest karena mereka sudah bias mandiri.  Saya  beserta  17 anak KPB Semi Palar dan 2 orang kakak pembimbingnya yang berkolaborasi bersama GSSI (generasi Semangat Selalu Ikhlas) membantu teman-teman yang kekurangan personil. Dan jadilah kami di bagi menjadi 3 kelompok  untuk membantu di 3 gambar.  Banyak hal yang akhirnya jadi pembelajaran di proses ini.  Saya kebetulan bantu cak Andi dari IA ITB. Kami bantu mulai dari awal sampai akhir. Nah dari sinilah seribu ilmu di dapat, mulai dari memindahkan desain dari kertas ke tembok, pilih warna dan mencampurkannya agar dapat warna yang diinginkan, memblok warna dan lain sebagainya.  Dan di hari ke-3 gambar kami ketumpahan cat, oooooh no! tapi Alhamdulillah cak Andi mengajarkan kami untuk merespon cepat dan jadilah warna lain yang mirip.  
kami ikut bantu  bagian lain

belajar patuh aturan, ternyata di sektor ini tak boleh muncul kuning, akhirnya saya bantu ganti hijau

Pembelajaran yang didapat bukan hanya masalah teknis tapi banyak filosofi yang kami dapat dari kegiatan ini, bagaimana mengharmonisasi gambar mulai dari ujung awal sampai ujung akhir di meter ke 476. Juga bagaimana mengharmonisasi dengan gambar tetangga kiri kanan.  Gambar tetangga kiri kanan harus bias menyatu dengan gambar kita itu pembelajaran juga. Lewat gambar kita diminta untuk tidak egois yang hanya ingin menampilkan gambar kita sendiri. 
Sebenarnya banyak pembelajaran yang kami dapat dari kegiatan ini dan kami dari KPB-GSSI berkomitmen untuk menuliskannya di blog kami masing-masing, silahkan mencari tulisannya dan bahagialah bersama kami di kesempatan mural berikutnya.


inilah komunitas mural Bnadung yang akan ikut mewarnai tembok tembok Bandung 

bertemu bu lik disini

mewakili pemural karena paling senior ha ha ha

inilah team kami, tidak lengkap karena sebagian sudah di jemput

Rabu, 07 September 2016

Aku dan Sekolah Kehidupanku


TK Braga
SDN Merdeka V/3 Bandung

SMPN 2 Bandung

SMAN 3 Bandung

Fakultas Ekonomi UNPAR

FMIPA ITB jurusan Fisika




sekolah sepanjang hayat dikandung badan
Admin #1minggu1cerita meminta kami minggu ini untuk menulis bertema aku dan sekolahku, hmmmmmm cukup menantang karena pastinya penuh dengan kenangan yang berwarna warni.  ok lah mari kita kembali ke masa lalu yang penuh dengan kenangan.

Tidak banyak yang aku ingat saat TK, yang pasti aku bersekolah di TK Braga yang dirintis oleh almarhum Emakku bersama teman-temannya, yang paling aku ingat saat itu adalah aku selalu dapat hadiah di setiap acara karena ternyata diam-diam Emakku membuatnya khusus untuk ku karena sebagai anak bungsu aku selalu ingin dapat hadiah jika ada perlombaan atau apapun, hihihi sungguh memalukan ya.(aku bungsu dari 8 bersaudara)  Tapi disitulah letak kekagumanku pada Emakku.  Kasih sayang nya sungguh sangat indah untuk dikenang walaupun aku belum bisa membalasnya sampai saat ini.

Saat SD saat yang penuh lika dan liku menurutku karena saat SD aku banyak mengalami hal yang tidak menyenangkan, misalnya saat aku harus istirahan 2 bulan karena sakit dan saat masuk kembali aku ga ngerti banyak hal.  Tentu saja itu menjadi hal yang membuat ku cukup kesulitan, tapi Alhamdulillah dapat aku lalui.  Yang saya ingat saat SD itu saya punya banyak teman tapi tidak banyak yang akrab, hanya sebatas teman saja dan hanya beberapa yang saya ingat sampai sekarang.  Teman yang cukup dekat saat SD yaitu Tanti Pujiastuti.

Kesulitan masa SD untungnya tidak terbawa sampai SMP, masa SMP saat yang saya lalui dengan datar dan tidak banyak cerita, yang aku ingat saat itu hanyalah saat kelas 2 kami mabal bersama dan keesokan harinya ada tulisan satu papan tulis penuh yang isinya nasehat bu Isye sang guru yang seharusnya mengajar saat kami semua meninggalkan kelas secara masal hihihi.  

Diakhir masa  SMP adalah masa yang saat sulit buatku.  25 November 1984 tiba-tiba Emakku meninggalkan kami dengan sangat tiba-tiba, 12 Juni 1985 nenek tercintapun pergi meninggalkan kami padahal aku sangat dekat dengan beliau, setiap liburan tiba aku pasti berlibur di rumah nenek.  Dan puncaknya adalah 22 januari 1986 bapakku yang sangat aku sayangi pergi juga, tak terbayang rasanya saat itu, hatiku sangat hancur dan mungkin itu seperti kiamat buatku, aku ga bisa menerima kenyataan bahwa 3 orang yang sangat dekat denganku pergi begitu cepat hanya dalam waktu 14 bulan saja.  Hal yang paling aku sesalkan sampai saat ini adalah aku ga ikut memandikan dan mengantarnya ke pemakaman gara-gara aku pingsan berkali-kali.  Duh maafkan aku bapakku, aku sayang bapak dan sangat kehilangan. Bapak buat aku seperti matahari di pagi hari yang sinar dan hangatnya dinanti banyak orang, aku sangat ingat saat-saat indah bersama bapakku sampai saat ini hiks hiks hiks jadi mellow deh. Nanti aku akan tulis secara terpisah tentang bapakku ya. 

3 bulan menjelang ujian akhir SMP karena  kehilangan orang yang sangat dekat dan sangat berarti dalam hidupku pastinya bikin konsentrasi belajarku sedikit terganggu, tapi subhanallah aku bisa melewati itu semua karena support dari teman sebangku yang bernama Eulis Hasanah dan wali kelasku, guru favoritku pak Muhidin, semoga beliau diberi tempat terindah di syurgaNya, aamiin aamiin YRA

Lepas SMP aku masuk SMA dan ternyata pilihan SMAku membuat aku tambah down, saat awal-awal masuk nilaiku do, re, mi, fa, sol dan ga naik sampe do tinggi hihihi. Itu semakin membuatku stress. Jujur waktu itu aku sangat tertekan dan kehilangan arah.  Aku kadang teringat bapakku dan Emakku. Hari-hari di kelas satu SMA adalah hari-hari mendung buatku, kehilangan 3 orang yang punya arti besar dalam hidupku ditambah dengan beban pelajaran yang gila menurutku tentunya semakin membuatku down. Akhirnya kakakku membawaku kepada seorang psycolog, bu Elmira yang sangat berjasa membuat ku membuka mata dan hati bahwa semua ini harus aku terima dan lalui dengan hati lapang dan ikhlas hingga tidak lagi membuat beban hidup bagiku.  

Kelas 2 SMA aku masuk kelas A15 (Fisika) yang lebih terkenal dengan funf  dan aku memilih untuk tidak gabung dengan teman-temanku saat kelas 1 karena ingin move on.  Dan akhirnya aku gabung di kelas funf yang hanya sendiri dari kelas 1-7 nya, funf terdiri dari campuran dua kelas yang berbeda hanya aku yang tunggal tak ada temannya saat kelas 1.   Tapi subhanallah, Allah maha baik dan sayang pada hambaNya, saat itu keadaanku mulai membaik, suasana hatiku juga sudah mulai bisa kompromi dan Alhamdulillah aku dapat teman sebangku dan sahabatku (Ande)  sampai sekarang yang sangat mengerti dan sabar. 

Masa SMA dilalui dengan sangat berwarna karena banyak peristiwa di kelas dan di luar kelas yang beragam.  Seperti kebanyakan remaja tentu saja aku suka berinteraksi dengan teman-teman. Jalan-jalan sama teman ke luar kota sekedar refreshing ke rumah neneknya atau sekedar mengunjungi tempat wisata bersama-sama.  Tapi aku bukan orang yang suka berhubungan dengan banyak orang waktu itu, temanku hanya terbatas dan tidak banyak keluar kelas atau hang out kalau istilah sekarang mah.    Ada hal positif dari ketidaksukaanku hangout, yaitu aku mulai ngajar privat anak SD sejak kelas 2 SMA dan aku sangat menikmatinya. Itulah benih-benih bakat ngajarku terasah.  
 
Selepas SMA aku melanjutkan kuliah di fakultas ekonomi UNPAR karena permintaan kakakku, namun ternyata di perjalanan kuliah semester 1 dan 2 aku mulai sadar bahwa aku tidak suka jurusan ini, ekonomi mikro saja tidak saya fahami, pengantar ilmu ekonomi saya D.  Disitulah saya mulai sadar dan berinisiatif untuk mendaftar SNPTN karena saya ingin pindah kuliah ke jurusan yang aku suka dan minati.. Tanpa meminta ijin pada kakak akhirnya saya ikut SNPTN kembali dan Alhamdulillah diterima di FMIPA ITB jurusan Fisika.  Dan Alhamdulillah berhasil menyelesaikan kuliah saya walau diselingi menikah dan punya anak dulu sebelum berhasil di wisuda. 

Dari semua cerita di atas tentang sekolahku, akhirnya sampai pada kesimpulan yang kalian boleh tidak setuju.  Tenyata sekolah yang sebenarnya buatku adalah kekayaan pengalaman yang bukan didapat dari guru di dalam kelas saja  tapi dari kekayaan pengalaman kita dalam penyelesaian  masalah dan interaksi kita dengan berbagai pihak baik  disekolah maupun diluar sekolah.  

Sekolah buat saya adalah lebih pada aktivitas kita saat kita bisa menambah kapasitas dan kekayaan potensi kita itulah sekolah.  Sekolah tidak harus selalu  di institusi formal saja tetapi bisa dilakukan di institusi non formal dan lain sebagainya.  Dan menurut saya saya pun masih melakukan proses sekolah di kehidupan nyata, yaitu belajar banyak hal sampai saatnya ajal menjelang. 
Semoga kita semua bisa saling melengkapi dan berbagi ilmu dan pengalaman agar bisa memaknai arti sekolah yang sesungguhnya lewat berkegiatan bersama baik secara langsung maupun tidak langsung.  Terima kasih pada semua orang yang pernah, sedang dan akan berinteraksi langsung denganku.  Love you all